Menyibak Masa Lalu Kabareskrim Komjen Budi Waseso

Menyibak Masa Lalu Kabareskrim Komjen Budi Waseso


Foto: Kabareskrim Irjen Pol Budi Waseso. ©2015 Patroli Sumedang


Reporter: Sarah Puspita



Patroli Sumedang - Menyibak Masa Lalu Kabareskrim Komjen Budi Waseso | Komisaris Jenderal Budi Waseso dikenal ketika promosi menjadi Kabareskrim menggantikan Komjen Suhardi Alius. Namanya kain berkibar ketika dengan tegas menyebut ada jenderal pengkhianat di tubuh Polri.


Sepak terjang Budi juga menjadi sorotan ketika menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Bambang menjadi tersangka karena memerintahkan saksi memberi keterangan palsu di sidang sengketa Pilkada Mahkamah Konstitusi.


Jika melihat ke belakang Budi Waseso adalah salah satu perwira tinggi yang memiliki rekam jejak moncer. Saat masih berpangkat Komisaris Besar, dia menjabat sebagai Kepala Pusat Pengamanan Internal (Kapus Paminal) Polri.


Kala itu sedang santer kasus cicak versus buaya atas penetapan Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji sebagai tersangka kasus korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat oleh KPK. Budi Waseso merupakan orang yang berhasil memimpin penangkapan Susno pada April 2010 di Bandara Soekarno-Hatta ketika akan pergi ke Singapura.


Walaupun dalam penangkapan tersebut, Susno tidak diborgol tetapi sempat terjadi perdebatan antara keduanya. Akhirnya dengan berbagai cara, Budi Waseso berhasil menggelandang Susno ke Mabes Polri.


Aksi lain yang pantas diacungi jempol adalah prestasi Budi Waseso ketika menjabat sebagai Kapolda Gorontalo. Dia yang telah berpangkat Brigadir Jenderal tanpa ampun membabat habis kasus-kasus korupsi yang terpendam lama di Polda Gorontalo.


Beringasnya Budi Waseso membongkar kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat daerah di Gorontalo, membuat dia dicopot dari jabatannya. Namun, pencopotannya ini membuat pangkatnya dinaikkan jadi bintang dua dengan diberi jabatan sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri.


Saat dikonfirmasi Budi merasa pergantian di tubuh Polri adalah satu hal yang biasa. Dia yakin pimpinan Korps Bhayangkara melakukan penilaian secara obyektif, dan pergeseran didasarkan pada prestasi bukan pesanan pihak tertentu.


"Saya orang tidak pernah kecewa, saya semangat terus. Siap melaksanakan tugas," ujar Budi kepada merdeka.com, Selasa (10/9).

Budi mengakui kalau dirinya sempat diadukan ke Presiden SBY, Kapolri dan Kompolnas. Pihak-pihak yang tidak senang menuding Budi tidak pernah hadir dalam acara Kemuspidaan. Laporan itu diduga berkaitan dengan pengusutan kasus dugaan korupsi di Gorontalo Utara dan Pemprov Gorontalo.

"Mengadukan saya ke mana-mana seolah-olah saya jelek, itu tak terbukti. Apakah itu bukan pencemaran karena tim dari Irsus, Kemenko Polhukam, Kompolnas sampai menelusuri. Tapi tidak ada, semua fitnah," tegasnya.

Kini Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang dilaporkan Budi Waseso ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik. Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Lisma Dunggio mengatakan pihaknya telah menyerahkan berkas untuk ketiga kalinya kepada Kejaksaan Tinggi.

"Sebenarnya status tersangkanya sudah lama. Hanya saja kami sedang merampungkan berkas yang dikembalikan kejaksaan. Mudah-mudahan kali ini sudah lengkap," kata Lisma saat dihubungi, Selasa (17/2), seperti dikutip dari Antara.
Budi Waseso News
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Menyibak Masa Lalu Kabareskrim Komjen Budi Waseso"

 
Copyright © 2015 Korannya Patroli Sumedang - All Rights Reserved
Back To Top