Mensos: Kasus Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi, Termasuk Aborsi

Mensos: Kasus Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi, Termasuk Aborsi


Foto: Mensos Khofifah Indar Parawansa. ©2014 Patroli Sumedang


Reporter: Rudi Hantanto



Patroli Sumedang - Mensos: Kasus Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi, Termasuk Aborsi | Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyebut angka kematian ibu melahirkan masih tinggi hingga saat ini. Berdasarkan survei demografi dan kependudukan, angka kematian ibu (AKI) mencapai 359 per 100 ribu kelahiran.


Hal ini disampaikan Khofifah saat membuka acara Harlah ke 52 Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, sekaligus peresmian gedung tahap VII rumah sakit milik Muslimat NU tersebut, Sabtu (21/2).


"Awal berdirinya RSI Siti Hajar ini, pada Tahun 1950-an, melihat jumlah kematian ibu melahirkan sangat tinggi, kemudian Muslimat mulai berfikir untuk ikut membantu menekan jumlah angka kematian ibu melahirkan waktu itu," terang Khofifah di sela acara.


Selanjutnya, Muslimat NU mendirikan RSI Siti Hajar dengan mengatasnamakan organisasi induknya, yaitu NU. "Karena NU merupakan organisasi berbadan hukum, sehingga kita menggunakan NU sebagai lembaga, sedang Muslimat sebagai inisiator sekaligus ownership-nya," ungkapnya.


Hingga saat ini, lanjut dia, sudah ada 78 rumah sakit yang sudah kita dirikan, konstruksinya adalah kesehatan ibu dan anak, seperti komitmen sejak awal, yaitu ikut menekan jumlah angka kematian ibu melahirkan.


"Namun, hingga saat ini, angka kematian ibu melahirkan masih tinggi dan mengalami peningkatan. Dari 228 per 100 ribu kelahiran di Tahun 2012 naik menjadi 359 per 100 ribu kelahiran," rincinya.


Peningkatan jumlah kematian ibu melahirkan itu, juga rentan adanya kasus-kasu aborsi, yang dilakukan ibu-ibu muda karena tidak menginginkan anak yang di kandungnya. "Peningkatan ini juga ada dugaan peningkatan kasus aborsi, hingga menyebabkan kematian," ucapnya.


Si Bunda Muslimat itu juga menyebut, dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyebab kematian ibu melahirkan itu, disebabkan terjadinya pendarahan, infeksi dan tekanan darah tinggi (eklampsi).


Masih dari data Kemenkes, sekitar 82 persen kematian karena melahirkan itu, terjadi pada perempuan muda berusia kurang dari 15 tahun dan diantara 15-20 tahun. Hal ini ditengarai, karena tingginya kawin muda dan perilaku seksual remaja, yang sekitar 77 persen perempuan usia 15-24 tahun, sudah menjalani perilaku pacaran yang makin membahayakan.

"Angka kejahatan seksual sendiri, berdasarkan hasil survei dari media online, paling tinggi di Jawa Timur, dan paling banyak terjadi di sekolah-sekolah dengan pelaku kejahatannya adalah guru," terang Khofifah.

Selain itu, penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan, adalah kualitas hidup yang rendah, rata-rata pendidikan rendah, derajat kesehatan dan gizi yang rendah, anemia, kurang zat besi, pendek dan stunting.

"Untuk itu pemerintah telah mencanangkan BPJS untuk memberi pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga-keluarga di bawah hidup layak," tandas dia.
Ibu Hamil Khofifah Indar Parawansa Mensos News
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Mensos: Kasus Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi, Termasuk Aborsi"

 
Copyright © 2015 Korannya Patroli Sumedang - All Rights Reserved
Back To Top