Home
»
News
»
Masjid Lautze, Tempat Etnis Tionghoa Memeluk Islam
Masjid Lautze, Tempat Etnis Tionghoa Memeluk Islam

Foto: Masjid Lautze. ©2015 Patroli Sumedang
Reporter: Rudi Hantanto
Patroli Sumedang - Masjid Lautze, Tempat Etnis Tionghoa Memeluk Islam | Jika Anda melewati daerah Pasar Baru Jakarta Pusat cobalah untuk mencari sebuah masjid unik petilasan Tiongkok di Jalan Lautze. Mungkin Anda saat melintasinya tidak pernah menyangka bahwa ada sebuah masjid karena bentuknya seperti ruko tanpa kubah. Letaknya bersebelahan dengan toko-toko.
Dalam sejarahnya, Masjid Lautze ini didirikan pada 9 April 1991, dan diresmikan pada 4 Februari 1994 oleh Presiden BJ Habibie kala itu. Asal kata "Lautze" adalah dari seorang tokoh muslim Tionghoa yang memeluk Islam pada tahun 1930an.
"Lautze itu tokoh mualaf Tionghoa, jadi difilosofikan nama karena di masjid Lautze ini pusatnya etnik Tionghoa jika ingin bersyahadat," kata Ngatimin (60), seorang marbot atau penjaga masjid yang sudah bekerja di Masjid Lautze sejak 4 tahun lalu, Kamis (18/2). Lautze sendiri jika diartikan dalam bahasa Mandarin artinya adalah guru. Pihak pendiri juga berpikiran bahwa kelak masjid ini dapat menjadi guru bagi mereka yang ingin memeluk Islam.
Masjid Lautze juga mempunyai keunikan tersendiri. Selain warna merah yang mendominasi interior dan exteriornya, adalah jam oprasional masjid layaknya durasi kerja kantoran. Masjid dibuka pukul 09.00 dan tutup pukul 17.00 WIB, jadi jika Anda ingin salat di Masjid Lautze hendaknya datang pada waktu Zuhur dan Asar.
"Masjid ini ada jam operasinya, tidak seperti masjid lainnya, ya itu karena kebijakan yayasan, jadi kaya orang kantoran saja buka jam 9 dan tutup jam 17.00 WIB sore," celoteh Ngatimin.
0 Komentar untuk "Masjid Lautze, Tempat Etnis Tionghoa Memeluk Islam"