Pencarian AirAsia Dihentikan, 2 Perwakilan Keluarga Temui Basarnas


Pencarian AirAsia Dihentikan, 2 Perwakilan Keluarga Temui Basarnas


Foto: Basarnas cari AirAsia. ©2014 Patroli Sumedang


Reporter: Teguh Pratama



Patroli Sumedang - Pencarian AirAsia Dihentikan, 2 Perwakilan Keluarga Temui Basarnas | Tepat di hari ke 31 pasca-kecelakaan AirAsia QZ8501 pada 28 Desemeber 2014 lalu, Panglima Armada Barat (Pangarmabar) sekaligus Dansatgas SAR Laksda TNI Widodo merekomendasi Panglima TNI Jenderal Moeldoko agar operasi pengangkatan badan AirAsia di Selat Karimata, Kalimantan Tengah dihentikan, jika tidak banyak ditemukan korban di dalam tubuh pesawat.


Mendengar informasi ini, dua orang perwakilan seluruh keluarga korban yang belum ditemukan diutus berangkat ke Jakarta untuk bertemu dengan Kepala Basarnas Pusat. Hal ini ditempuh untuk membicarakan tindak lanjut dari pencarian seluruh penumpang.


Dikatakan Daryanto, pihaknya menerima usulan penghentian itu dengan catatan, pihak AirAsia tetap memfasilitasi pencarian menggunakan penyelam tradisional maupun dari nelayan setempat, yang paham betul lokasi.


"Ini seperti yang disampaikan pihak AirAsia sendiri, yang tetap bersedia memfasilitasi dan secara otomatis juga menanggung biaya pencarian melalui penyelam tradisional maupun nelayan. Siapa-pun yang mencari, bukan masalah, yang penting ketemu," terang Daryanto di Mapolda Jawa Timur, Selasa (27/1).


Daryanto sendiri, mengaku sebagai kakak kandung Indriani yang turut menjadi korban AirAsia bersama suaminya, Fandi Santoso, warga Surabaya, yang hingga di hari ke 31 ini, jenazahnya belum ditemukan Tim SAR.


"Proses ini kan masih panjang. Kita, pihak keluarga korban berharap, yang dilakukan AirAsia bukan hanya pencarian jenazah penumpang, tapi juga masalah pemulihan psikologi keluarga korban. Dan yang terpenting bagi kami adalah penemuan keluarga tercinta kami, bukan soal kompensasinya," lanjut Daryanto menegaskan.


Kembali soal penghentian pencarian oleh tim dari TNI, Daryanto mengungkap hal itu persoalan teknis saja. "Untuk selanjutnya, soal teknik pencarian setelah hari ini (hari ke 31), rekan-rekan kita (keluarga korban yang lain) sudah berangkat ke Jakarta untuk menemui Kepala Basarnas Pusat, guna membicarakan masalah tersebut. Ada dua orang perwakilan dari kami yang berangkat (ke Jakarta)," katanya.


Soal penghentian pencarian, masih kata dia, keberatan itu pasti. "Karena ini menyangkut keluarga kita tercinta. Memang pencarian itu, kami akui cukup sulit, tapi kami berharap itu dilakukan semaksimal mungkin tanpa ada batas pencarian."


"Soal penghentian, kalau tidak salah hingga batas waktu lima tahun, setelah itu dinyatakan hilang dan di keluarga sertifikat baru berbicara kompensasi. Tapi kembali saya tegaskan, fokus kita pencarian keluarga kami sampai ketemu," harap dia.


Senada dengan Daryanto, Imam Sampurno, warga Probolinggo, juga menyampaikan hal sama. Kakek 65 tahun ini berharap empat anggota keluarganya yang turut menjadi korban AirAsia segera ditemukan.

Imam adalah ayah kandung dari Dona Indah istri Boby Sidarta. Pasutri anak Iman ini turut menjadi korban bersama dua putrinya, yaitu Permata Sari (16) dan Kaisa Putri (10), warga Malang.

"Kita tidak tahu persis masalah penghentian ini. Kita tahunya dari media (massa). Sebab selama ini, dan sampai hari ini, belum ada koordinasi. Makanya kita utus dua perwakilan untuk membahas masalah ini. Intinya, kami ingin keluarga kami bisa ditemukan," katanya tegas.

Dikonfirmasi terpisah terkait informasi penghentian pencarian ini, Kepala Departemen Safety AirAsia Indonesia, Dono B Sukoco mengaku pihaknya belum menerima informasi itu. "Sejauh ini infonya, Basarnas sedang mengevaluasi operasi pencarian, belum ada statement penghentian pencarian secara resmi hingga hari ini," elaknya.

Dia melanjutkan, tadi siang pihak AirAsia telah berkoordinasi pihak Kadispen TNI. "Kalau kita tarik ke belakang, ini tanggung jawab Basarnas. Tadi kita koordinasi dengan Kadispen, (operasi) yang dihentikan dari TNI, Basarnas tetap melakukan pencarian. Tambahan penyelam tradisional, juga masih mungkin kita lakukan," tandas dia.

Air Asia Hilang Kontak News
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Pencarian AirAsia Dihentikan, 2 Perwakilan Keluarga Temui Basarnas"

 
Copyright © 2015 Korannya Patroli Sumedang - All Rights Reserved
Back To Top