Sebut Banjir Jakarta Karena Disabotase, Ahok Di-Bully di Medsos

Sebut Banjir Jakarta Karena Disabotase, Ahok Di-Bully di Medsos


Foto: Kompleks Istana banjir. ©2015 Patroli Sumedang


Reporter: Rendy Saputra



Patroli Sumedang - Sebut Banjir Jakarta Karena Disabotase, Ahok Di-Bully di Medsos | Hujan yang mengguyur ibu kota sejak Senin dini hari mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir. Tidak hanya pemukiman di bantaran kali yang kerap menjadi langganan banjir, genangan air bahkan mengepung jalan di depan Istana Merdeka dan Kantor Presiden. Air bahkan masuk ke Istana Kepresidenan.


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menduga, banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan adanya sabotase. Prasangka tersebut, lanjut dia, berdasarkan dari kondisi pintu air Istiqlal yang tidak berfungsi.


"Tadi saya kebangun jam 02.00 WIB karena hujan langsung cek CCTV, ternyata CCTV Istiqlal mati. Saya curiga kerendam nih pasti istana kerendam. Saya nggak tahu sabotase atau sengaja, saya nggak berani menduga. Tapi saya suudzon. Kamu hitung saja logika sekarang Pluit semua saluran begitu baik, Manggarai begitu rendah kita buka terus, Istiqlal kita buka mana mungkin banjir," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/2).


Pernyataan Ahok tersebut lantas menuai kecaman di media sosial. Sejumlah netizen mengatakan, banjir di Jakarta bukan hal baru.


"#JakartaBanjir pas liat salah satu judul berita yang isinya Ahok bilang banjir di Jakarta karena ada sabotase, ga masuk akal! Ckck," tulis akun @erzawa, Senin (9/2).


"Jakarta banjir tiap tahun itu hal biasa,yang tidak biasa tweet Ahok yang su'udzon banjir di Istana itu sabotase?" cuit @andryadi.


"Sabotase apaan cih Ahok?!banjir-banjir aja kelez..mang drainase jakarta amburadul," tulis @nabila_quinn.


"Hujan Turun Dari LANGIT pak!" lanjut @RatnaSpaet.

Ahok Banjir Jakarta News
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Sebut Banjir Jakarta Karena Disabotase, Ahok Di-Bully di Medsos"

 
Copyright © 2015 Korannya Patroli Sumedang - All Rights Reserved
Back To Top