Pernah Setir Esemka Solo-Jakarta, Kini Jokowi Malah Lirik Proton

Pernah Setir Esemka Solo-Jakarta, Kini Jokowi Malah Lirik Proton


Foto: Jokowi setir mobil Esemka. Patroli Sumedang


Reporter: Deddy Santosa



Patroli Sumedang - Pernah Setir Esemka Solo-Jakarta, Kini Jokowi Malah Lirik Proton | Masih lekat dalam ingatan bagaimana sumringahnya senyum Jokowi menaiki mobil Esemka kreasi siswa SMK Warga dan SMKN 2 Solo. Menjabat sebagai wali kota Solo, Joko Widodo dengan perasaan bangga duduk nyaman di mobil Esemka yang tidak megah apalagi mewah.


Untuk membuktikan kesungguhan dan dukungannya terhadap mobil Esemka, Jokowi pun tak segan membuktikan ketangguhan mobil Esemka. Salah satu yang paling menarik perhatian masyarakat, Jokowi nekat mengendarai mobil buatan siswa itu dari Solo ke Jakarta.


Keberanian Jokowi mempromosikan mobil ini sebagai mobil nasional saat itu membuat popularitas Jokowi melaju cepat. Masyarakat kerap mengidentikkan Jokowi dengan mobil Esemka. Jokowi juga memberikan uang $ 2.000 Amerika untuk memesan mobil itu.


Presiden ketiga RI BJ Habibie pernah mengingatkan kalau isu mobil Esemka ini digulirkan tak lain untuk kepentingan politik. Kecurigaan Habibie terbukti, kegirangan warga Solo dan SMK Warga dan SMKN 2 Solo mulai meredup.


Saat Jokowi terus menapaki jenjang karier politiknya, dan popularitas Jokowi terus naik, Jokowi makin jarang menyebut atau berpromosi mengenai mobil ini.


Salah satu bukti yang pernah menyeruak, yaitu saat politisi PDIP ini memilih mobil Inova sebagai tunggangannya saat menjabat sebagai gubernur DKI. "Nanti mulai dipikirkan bagaimana mengemas mobil itu agar punya brand yang baik," kilah Jokowi saat menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.


Begitu pun saat Jokowi memilih mewah Marcedez Benz alias Mercy sebagai mobil dinasnya dan mobil para menteri. Polemik pun membesar saat banyak orang mempertanyakan bagaimana nasib mobil Esemka yang harganya hanya sekitar Rp 90 jutaan.


Kini publik makin dikejutkan ketika salah satu agenda kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Malaysia tak lain meresmikan kerjasama antara perusahaan otomotif Proton dengan PT Adiperkasa Citra Lestari, perusahaan milik Hendropriyono. Kedua perusahaan akan menciptakan mobil ASEAN yang salah satu target pasarnya adalah Indonesia. Mobil ini juga akan menjadi proyek mobil nasional.


Mimpi mobil Esemka sebagai mobil nasional makin jauh dari harapan. Mengapa Proton yang dipilih, dan mengapa perusahaan Hendropriyono? Jokowi pun diingatkan janjinya saat dulu mengampanyekan Esemka sebagai mobil nasional.

Sejumlah pihak mengkritik dan mencurigai hubungan Jokowi dengan Hendropriyono sebagai sebab musababnya. Di media sosial, kerjasama Proton dengan perusahaan Hendropriyono sebagian besar ditanggapi negatif. Bahkan muncul hashtag #tolakproton yang digunakan sebagai bentuk protes.

Jumat (6/2) kemarin, Presiden Jokowi mengunjungi pabrik perakitan mobil milik Proton di Malaysia. Jokowi juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Proton Holdings dengan PT Adiperkasa Citra Lestari. Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh CEO Proton Holdings, Abdul Harith Abdullah dan CEO PT Adiperkasa Citra Lestari, AM Hendropriyono.

Proton bersama PT Adiperkasa Citra Lestari akan melakukan studi kelaikan atau feasibility study dan peluang kerja sama dalam mewujudkan mobil nasional.

Bos Proton Mahathir Mohamad mengatakan studi kelaikan diperkirakan selesai dalam enam bulan ke depan. Sektor otomotif Indonesia diakui menjadi potensi pasar menggiurkan. Di mana data mencatat penjualan mobil di Indonesia tahun lalu mencapai lebih dari satu juta unit.

"Kita tertarik membuat joint venture (usaha patungan) dan menghasilkan mobil ASEAN," ujarnya.

Hendropriyono sendiri menegaskan proyek ini akan sangat bagus untuk perkembangan industri otomotif Indonesia dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia lokal melalui alih teknologi.
News
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Pernah Setir Esemka Solo-Jakarta, Kini Jokowi Malah Lirik Proton"

 
Copyright © 2015 Korannya Patroli Sumedang - All Rights Reserved
Back To Top