Esemka, 'Tunggangan Politik' Jokowi Yang Kini Tak Jelas Nasibnya

Esemka, 'Tunggangan Politik' Jokowi Yang Kini Tak Jelas Nasibnya


Foto: Jokowi Esemka. Patroli Sumedang


Reporter: Dudi Anggoro



Patroli Sumedang - Esemka, 'Tunggangan Politik' Jokowi Yang Kini Tak Jelas Nasibnya | Langkah politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak lepas dari bayang-bayang mobil lokal ciptaan anak-anak SMK, Esemka. Isu Esemka selalu dikait-kaitkan jika Jokowi sedang menapaki karir politiknya.


Misalkan, saat mau maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, orang banyak yang meminta Jokowi pakai mobil Esemka sebagai mobil dinas Gubernur DKI Jakarta. Demikian pula saat terpilih sebagai presiden menggantikan SBY, ada yang mengusulkan Esemka jadi tunggangan resmi presiden beserta para menteri.


Dan kini, saat Presiden Jokowi beberapa hari lalu menyaksikan kerjasama Proton dengan perusahaan milik Hendro Priyono untuk menggagas mobil yang digadang-gadang bisa jadi mobil nasional, Jokowi pun kembali dikait-kaitkan dengan mobil Esemka.


Wajar Jokowi dikait-kaitkan dengan Esemka. Popularitasnya dulu menukik tajam hingga menjadi perbincangan publik juga karena mobil Esemka. Sehingga wajar pula, Jokowi dianggap memanfaatkan Esemka untuk dijadikan sebagai tunggangan politik.


Humas PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Sabar Boedhi mengaku tak mau terseret dalam urusan politik. Ia justru akan mengambil keuntungan, jika Jokowi jadi bekerja sama dengan pabrikan mobil asal Malaysia, Proton.


"Kalau ada yang bilang Pak Jokowi menunggangi Esemka, nanti Esemka gantian yang akan menunggangi Jokowi," ujar Sabar kepada merdeka.com, Minggu (8/2) kemarin.


Sabar menjelaskan jabatan Jokowi sebagai presiden saat ini, menguntungkan bagi produksi mobil nasional khususnya Esemka. Kerja sama yang dilakukan oleh PT SMK akan lebih mudah prosesnya.


"Pak Jokowi kan sekarang presiden. Aksesnya untuk bekerjasama dengan pabrikan yang bagus kan lebih mudah. Kami berharap siapapun yang digandeng, kami berharap akan menguntungkan Esemka dan bangsa Indonesia," ujarnya.


Dalam sebuah kesempatan, Jokowi yang saat itu masih menjadi Gubernur DKI Jakarta membantah menggunakan mobil nasional Esemka sebagai pencitraan. Dia menerangkan, karena tugasnya saat menjabat sebagai Walikota Solo telah usai saat mobil nasional Esemka menjadi perusahaan.

Jokowi menambahkan, tugas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo saat itu hanya melakukan penelitian dasar. Sedangkan untuk uji emisi, dia mengungkapkan, mobil nasional Esemka telah berhasil melewatinya.

"Kan udah melalui uji, bukan uji emisi. Udah uji emisi berulang kali, tetep goal. Terus juga udah dibuatkan PT-nya juga. Sebetulnya ini hanya masalah bisnis saja, soalnya basicnya sudah selesai," jelas Jokowi usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (30/4/2015) lalu.

Setelah mobil nasional Esemka menjadi perusahaan, maka menurut Jokowi tinggal pengembangan lebih lanjut dengan innovation research. Jika memang Jokowi boleh mengambil alih perusahaan mobil nasional Esemka, maka akan dilakukannya.

"Sudah masuk ke bisnis, masuknya innovation research. Kalau pemerintah tugasnya ke basic dan apply research. Apply research juga kadang-kadang diambil alih oleh swasta. Tugas kita tuh itu, banyak yang nggak ngerti. Kalau boleh ya, PT-nya saya ambil saja. Kerjain sendiri, ya jadi," tutupnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi pada 30 April 2014, dimana saat itu dia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat kini sudah menjadi presiden, Jokowi sepertinya tidak minat untuk ambil alih perusahaan yang menaungi Esemka, tapi justru merapat ke Proton, mobil nasional milik negeri Jiran Malaysia.
News
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Esemka, 'Tunggangan Politik' Jokowi Yang Kini Tak Jelas Nasibnya"

 
Copyright © 2015 Korannya Patroli Sumedang - All Rights Reserved
Back To Top