Cerita Menteri Yuddy Blusukan di Malut Bersam Ribuan PNS Naik Kapal

Foto: Yuddy Chrisnandi. ©2015 Patroli Sumedang
Reporter: Chandra Wicaksana
Patroli Sumedang - Cerita Menteri Yuddy Blusukan di Malut Bersam Ribuan PNS Naik Kapal | Seperti halnya menter-menteri yang lain, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi kerap melakukan blusukan ke daerah-daerah. Banyak hal yang bisa ditemukan, yang bisa dijadikan acuan oleh Yuddy dalam membuat kebijakan.
"Yang pertama harapan rakyat yang begitu besar yang saya temukan kepada pemerintah untuk bisa menyelesaikan semua permasalahan. Kalau menteri datang ke suatu daerah atau ke satu tempat, mereka menganggap wakil pemerintah pusat atau representasi dari presiden hadir. Apa-apa yang dia harapkan atau yang ingin disampaikan ke presiden pasti disampaikan ke menterinya. Rakyat tahunya menteri tahu semua urusan, jadi itu yang menurut saya sangat menarik. Semua harapan keinginan bisa kita dengar," kata Yuddy dalam wawancara khusus dengan merdeka.com, Kamis (12/2) kemarin.
Sisi positif blusukan, menurut Yuddy, semua menteri harus betul-betul menguasai apa yang jadi visi dan misi presiden. Kemudian, memahami kebijakan-kebijakan pemerintah dari semua aspek" Yang ketiga, mampu mendeliver, meneruskan apa yang menjadi pesan presiden kepada rakyat, karena rakyat gak mau tau ini Menpan, Menhan, pokoknya menteri pembantu presiden, dan harus bantu semua urusan Presiden," papar Yuddy. Dengan blusukan, imbuh Yuddy, dia jadi tahu bagaimana kondisi kehidupan aparatur di daerah dan mengetahui bagaiman pandangan masyarakat terhadap tugas-tugas para aparatur ini. "Kita juga melihat secara langsung situasi suasana kerja mereka dan bisa mengetahui kendala-kendala tugas mereka. Dan bila ditemukan persoalan-persoalan kita bisa secara cepat mengambil langkah-langkah, saran dan tindakan," ujarnya.
Yuddy bercerita, saat blusukan di Maluku Utara, dia menceritakan kondisi di sana yang mungkin tidak banyak orang pusat tahu, bahwa Maluku Utara penyelenggaraan pemerintahannya terletak di sebuah kecamatan.
"Orang tahunya Malut itu Ternate dan Tidore. tidak banyak yang tahu, ada 10 kabupaten atau kota yang letaknya jauh. Ada kecamatan yang jadi ibukota, Sofifi namanya, yang menurut UU di situlah pusat penyelenggaraan pemerintahan. Untuk ke sana harus naik kapal, menyeberang lautan. Wajar pemerintah tidak efektif. Disediakan kantor gedung bagus letaknya di puncak bukit, tapi ke sananya naik apa. Kalau sudah sampai sana tinggal dimana," ungkap Yuddy.
0 Komentar untuk "Cerita Menteri Yuddy Blusukan di Malut Bersam Ribuan PNS Naik Kapal"