Damaikan KPK dan Polri, Bisakah Jokowi Pakai Diplomasi Makan Siang?

Foto: Aksi Save KPK. ©2015 Patroli Sumedang
Reporter: Rendy Saputra
Patroli Sumedang - Damaikan KPK dan Polri, Bisakah Jokowi Pakai Diplomasi Makan Siang? | Presiden Joko Widodo memiliki gaya yang berbeda dalam memimpin. Salah satu trik atau gaya yang dipakai Jokowi dalam menyelesaikan masalah adalah dengan jurus diplomasi makan siang.
Diplomasi makan siang sering digunakan Jokowi dikala masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Misalnya ketika Jokowi mengajak makan bareng warga Petukangan Selatan soal ganti rugi lahan untuk proyek jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) berakhir happy ending.
Kemudian Jokowi juga pernah mengundang warga di sekitar Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio serta pengusaha pemotongan unggas untuk makan bareng. Jokowi paham, berbagai persoalan tidak akan dapat diselesaikan bila tak ada komunikasi intens antara pemimpin dan rakyatnya. Dan sejumlah diplomasi makan siang yang dipakai Jokowi didalam menyelesaikan masalah.
Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago berpendapat, Jokowi bisa menggunakan diplomasi makan siang untuk meredam kekisruhan antara KPK dan Polri. Sebagai presiden, Jokowi bisa mengundang semua ketua umum partai politik dan ketua lembaga negara untuk duduk bersama agar gonjang-ganjing antara KPK dan Polri dapat segera berakhir. "Penyelesaian polemik ini bisa duduk makan siang bersama ketua umum parpol dan ketua lembaga negara, DPD, DPR, Jaksa, Polri, KPK dan lain-lain," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (26/1).
Menurut Pangi, dengan jurus diplomasi makan siang yang dilakukan Jokowi bisa meredam ketegangan antara penegak hukum. Dan selanjutnya, kata dia, solusi untuk mengatasi kisruh KPK dengan Polri dapat ditemukan.
"Ini saya kira bisa mencairkan suasana cuaca kebekuan politik yang turbulensi politiknya tinggi," tegasnya.
0 Komentar untuk "Damaikan KPK dan Polri, Bisakah Jokowi Pakai Diplomasi Makan Siang?"